7 Produk Hotel Domestik yang Diprediksi Paling Trend Lebaran 2026

Produk hotel leisure tetap menjadi best seller Lebaran karena segmen keluarga mendominasi perjalanan mudik sekaligus liburan.

Pendahuluan

Periode Lebaran selalu menjadi peak season terbesar industri perhotelan Indonesia, bahkan sering mengalahkan Natal dan Tahun Baru untuk pasar domestik. Namun, dinamika 2026 diprediksi berbeda dibanding periode sebelumnya.

Industri pariwisata menghadapi tekanan daya beli masyarakat, perubahan pola perjalanan, serta semakin agresifnya promosi OTA. Meski demikian, Lebaran tetap menjadi momentum strategis bagi hotel dan travel agent untuk meraih revenue signifikan dengan strategi produk yang tepat.

📉 Landscape Pasar Lebaran 2026: Realita yang Perlu Dipahami
Okupansi Tetap Tinggi, Tapi Lebih Selektif

Data industri menunjukkan tingkat okupansi hotel saat Lebaran bisa mencapai sekitar 79% pada periode puncak H-4 hingga H+4, dengan lonjakan tertinggi pada H1 dan H2 Lebaran.

Namun tren terbaru menunjukkan:

  • Lama tinggal tamu semakin pendek (2–3 malam)

  • Distribusi tamu tidak merata antar daerah

  • Tekanan daya beli mengurangi durasi dan budget perjalanan

👉 Artinya: demand tetap ada, tetapi lebih sensitif harga dan value.

🔮 7 Produk Hotel yang Diprediksi Paling Trend Lebaran 2026
🏨 1) Hotel Leisure & Resort Family-Oriented

📍 Segmentasi: Bali, Yogyakarta, Lombok, Bandung, Puncak, Malang, Labuan Bajo

Produk hotel leisure tetap menjadi best seller Lebaran karena segmen keluarga mendominasi perjalanan mudik sekaligus liburan.

🔥 Produk yang paling laku:

  • Family room & connecting room

  • Resort dengan waterpark / kids club

  • Paket halal dining & iftar buffet

👉 Lebaran = family gathering + vacation hybrid.

🌄 2) Hotel Destinasi Sekunder (Beyond Mainstream)

📍 Contoh: Banyuwangi, Belitung, Mandalika, Danau Toba, Ternate

Tren diversifikasi destinasi semakin kuat karena Bali & Jakarta semakin jenuh dan mahal.

👉 Wisatawan mencari:

  • Destinasi baru

  • Experience-based travel

  • Authentic culture & culinary tourism

Tren ini sudah terlihat sejak 2025, di mana wisata berbasis pengalaman dan eksplorasi lokal meningkat signifikan.

🏙️ 3) Hotel Urban Staycation Mid–High Segment

📍 Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar

Staycation tetap trend karena banyak keluarga tidak mudik atau hanya short break.

Produk yang naik demand:

  • Hotel bintang 4–5 dengan mall connectivity

  • City view & rooftop facilities

  • Ramadan dining package (iftar + sahur stay)

💎 4) Luxury & Premium Lifestyle Hotels

📍 Nusa Dua, Ubud, Labuan Bajo, Jakarta SCBD

Segmen luxury relatif resilient terhadap krisis ekonomi.

👉 Produk yang trend:

  • Private villa

  • Butler service

  • Halal luxury travel

  • Honeymoon & anniversary packages

Luxury segment sering tidak terlalu terpengaruh perang harga OTA.

🕌 5) Hotel Transit & Mudik Corridor Hotels

📍 Tol Trans Jawa, Trans Sumatera, kota transit (Semarang, Solo, Lampung, Palembang)

Lebaran selalu menciptakan micro demand spike di kota mudik corridor.

Produk trend:

  • Budget-midscale hotel

  • Short stay 1 malam

  • Family stopover package

👉 Ini peluang emas untuk wholesaler & travel agent.

🧑‍💻 6) Hotel dengan Paket Remote Working / Long Stay

📍 Bali, Bandung, Yogyakarta

Tren hybrid work tetap bertahan, terutama setelah Lebaran (post-holiday extended stay).

Produk populer:

  • Weekly & monthly rate

  • Apartment hotel

  • Co-working hotel concept

🌿 7) Eco & Wellness Hotels

📍 Ubud, Sumba, Flores, Bogor, Lembang

Wellness tourism terus tumbuh secara global, termasuk di Indonesia.

Produk trend:

  • Spa retreat

  • Yoga & detox program

  • Nature immersion resort

📈 Pola Booking Lebaran 2026 (Prediksi Distribusi Demand)

🗓️ 1) Booking Window

  • Early booking corporate & luxury: H-90 – H-30

  • Mass market family: H-30 – H-7

  • Last minute transit: H-3 – H+2

💰 2) Price Sensitivity

  • Economy & midscale: sangat sensitif harga

  • Premium & luxury: lebih fokus experience

📊 3) Length of Stay

  • Dominan: 2–3 malam

  • Luxury: 3–5 malam

  • Transit: 1 malam

⚠️ Risiko & Disrupsi Lebaran 2026

🔴 1. Tekanan Daya Beli

Industri mencatat daya beli masyarakat melemah, yang bisa menekan okupansi dan durasi stay.

🔴 2. Perang Harga OTA

Flash sale & promo OTA akan agresif, khususnya di midscale hotel.

🔴 3. Over Supply Hotel

Penambahan supply kamar baru di beberapa destinasi membuat kompetisi makin ketat.

🎯 Strategi Produk untuk Travel Agent & Wholesaler

✅ Produk Paling Aman Dijual

  • Hotel bintang 4–5 (rate parity strict)

  • Luxury villa & resort

  • Hotel chain global

⚠️ Produk High Risk

  • Budget hotel di kota besar

  • Hotel yang sering ikut flash sale OTA

  • City hotel tanpa unique value

🧠 Insight Eksklusif untuk Travel Agent

👉 Lebaran 2026 bukan sekadar high demand, tapi high segmentation market.
Yang menang bukan yang murah, tetapi yang memiliki:

  • positioning jelas

  • bundling experience

  • punya akses net rate eksklusif

Periode Lebaran 2026 akan menjadi momentum krusial bagi industri perhotelan Indonesia. Meski menghadapi tekanan ekonomi dan perang harga OTA, peluang tetap besar bagi pemain yang mampu mengkurasi produk hotel sesuai perilaku konsumen baru.

Travel agent dan wholesaler yang fokus pada hotel premium, resort family, dan niche experiential products diprediksi akan menjadi pemenang di musim Lebaran 2026, sementara pemain yang hanya mengandalkan diskon harga berisiko terjebak dalam margin erosion yang semakin parah.